Padamkan Api di Kilang Cilacap, Pertamina Pakai ‘Senjata Khusus’

Jakarta – Pertamina akan menggunakan Terminator Canon Foam yang memiliki daya lontar tinggi hingga 3.500 galon per menit untuk memadamkan api di kilang perseroan. Pertamina terus melakukan upaya maksimum untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di tangki RU IV Cilacap.

Hal ini disampaikan oleh VP Corporate Communication Mochamad Harun melalui siaran persnya yang diterima detikFinance, Senin (4/4/2011)

Dikatakannya untuk mengoperasikannya dibutuhkan foam dan air dalam jumlah yang besar. Stok foam saat ini mencukupi, yaitu sebanyak 97 ton.

Sedangkan untuk suplai air dalam jumlah banyak, akan digunakan tambahan dari line cooling water dari kilang sehingga Terminator Canon Foam dapat memompa lebih tinggi dengan debit yang lebih banyak.

Sampai siang ini kebakaran di tangki 31 T-7 masih menimbulkan asap hitam, dan upaya pemadaman dan isolasi terus dilakukan. Upaya proteksi dengan melakukan pendinginan terhadap tangki 32 T-104 yang berdekatan dengan tanki 31 T-7 juga terus dilakukan agar suhu tanki 32 T-104 terjaga di bawah 50 derajat Celcius. Saat ini suhu tangki 32 T-104 tercatat aman, yaitu 33 derajat Celcius.

Untuk tangki 31 T-2 yang pertama kali terbakar dinyatakan sudah padam total sejak kemarin (3/4/2011). Sedangkan untuk tangki 31 T-3 yang juga sudah padam, tim pemadam pada pukul 12.00 WIB akan mendekati bibir tangki untuk menyuntikkan foam langsung ke dalam tangki untuk mengurangi asap hitam sehingga tidak mengganggu upaya pemadaman yang sedang berlangsung.

Pihak Pertamina menegaskan proses pemadaman tidak terganggu oleh gempa berskala 7,1 Skala Ritcher yang terjadi di Cilacap pada Senin (4/4) pukul 03.05 WIB. Pasokan BBM pun dinyatakan aman dengan ketersediaan stok yang berada di level normal.

Pertamina telah menyiagakan pasokan sebesar 400.000 barel premium yang sewaktu-waktu dapat digunakan apabila diperlukan untuk menambah pasokan.
Dengan pertimbangan safety pelayanan elpiji yang selama ini dipenuhi dari Kilang Cilacap telah dialihkan pasokannya, khusus untuk Jawa Tengah bagian barat akan mengambil dari Kilang Balongan sedangkan untuk pasokan Jawa Tengah bagian timur akan mengambil dari Terminal Elpiji Tanjung Emas, Semarang sehingga kebutuhan masyarkat dapat terpenuhi seperti biasa.

Jumlah tangki yang terbakar sebanyak 3 tangki dari total 207 tangki yang berada di dalam kompleks Kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap.
Tangki-tangki yang berada di kompleks kilang terdiri dari tangki komponen yaitu tangki yang menyimpan bahan-bahan yang akan diolah untuk menjadi produk BBM dan tangki finished product yaitu tangki yang menyimpan Bahan Bakar yang sudah menjadi produk BBM seperti Premium, Kerosin (Minyak Tanah), Solar maupun Avtur.

Tangki-tangki tersebut memiliki kapasitas yang bervariasi antara 2400 KL hingga 117.000 KL. Kejadian kebakaran kepada ke 3 (tiga) tangki ini merupakan kebakaran yang terjadi pada tangki komponen yaitu 31-T2 yang berisi HOMC (High Octane Mogas Component) sebagai bahan baku penambah oktan pada premium (Octane Booster) dan tangki 31-T3 & 31-T7 yang berisi NAPTHA.

Sejak kemarin, Pertamina juga telah mengalirkan produksi kilang ke Terminal Transit Lomanis  yang terdiri dari minyak tanah sebesar 7300 KL, premium sebesar 13.000 KL dan Solar 28.000 KL.

Dari Terminal Transit Lomanis BBM ini selanjutnya disalurkan melalui pipa ke depot Padalarang, Ujung Berung, Tasikmalaya, Rewulu, dan Depot Teras. Pertamina menjamin pasokan BBM dalam kondisi aman dengan volume stok premium, solar, dan kerosin (minyak tanah) dijaga pada level 3,2 juta KL.
Untuk Avtur akan mulai dikapalkan pada 4 April 2011 sebesar 17.000 KL ke Depot Manggis, Bali, dan Soekarno Hatta.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s