Marak Teror Bom, Turis Asing Tak Takut Berlibur ke Jakarta

Jakarta – Aksi teror bom belakang marak terjadi di ibu kota Jakarta. Meskipun itu cukup meresahkan, ternyata tidak mempengaruhi antusias wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Jakarta.

“Data sampai bulan Februari 2011, jumlah wisman ke Jakarta meningkat. Begitu juga dengan bulan Maret ini masih dalam jumlah yang wajar,” ujar Kadis Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2011).

Arie belum bisa menyampaikan berapa banyak jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jakarta. Menurutnya, semua masih dalam proses penghitungan.

Meskipun tidak berdampak pada minta wisata ke Jakarta, Arie tetap mengimbau pengelola tempat-tempat wisatan dan hiburan jangan lengah dan meningkatkan kewaspadaan. “Kita minta seluruh pengelola tempat-tempat wisata dan hiburan agar tetap waspada terhadap ancaman bom,” pesan Arie.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Agus Suherman. Menurut Agus, ancaman bom yang marak terjadi sepanjang Maret 2011 ini tidak membuat industri pariwisata kehilangan peminatnya.

“Kondisi Jakarta masih aman dengan kesiapan dan kesigapan aparat kepolisian menangani ancaman bom,” jelas Agus.

Agus menambahkan, jumlah wisatawan yang masuk ke Jakarta, baik melalui bandara International Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, sepanjang Februari 2011 mencapai 149.645 kunjungan. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 3,08 persen jika dibandingkan kunjungan pada Januari 2011 yang berjumlah 145.179 kunjungan.

“Dengan rincian negara, Malaysia 18.763 kunjungan, Cina 17.440 kunjungan, Jepang 13.986 kunjungan, Singapura 12.381 kunjungan, Korea Selatan 7.400 kunjungan, Saudi Arabia 6.028 kunjungan, Amerika Serikan 4.977 kunjungan, Australia 4.926 kunjungan, Filipina 4.535 kunjungan dan India 4.470 kunjungan,” paparnya.

Agus menambahkan, diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal dari Jepang akan menurun. Pasalnya, Jepang baru saya mengalami bencana gempa dan tsunami.

“Tapi kalau untuk berbisnis mungkin para pengusaha Jepang tetap akan datang ke Jakarta karena tuntutan kelangsungan usaha. Tetapi kalau untuk berlibur, sepertinya akan menurun jumlahnya,” tegasnya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s