Ada Indikasi Dokter Mulai Jor-Joran Beri Antibiotika

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Sri Indrawaty, mengatakan indikasi pemanfaatan antibiotik secara tidak tepat sudah muncul ke permukaan. ”Banyak penyimpangan-penyimpangan dalam penggunaan antibiotika,” katanya.

Padahal sebenarnya, kata dia, sudah ada standar opertion procedure (SOP)  penggunaan antibiotika.

Banyaknya indikasi penyimpangan karena sarana fasilitas kesehatan terbatas. ”Sehingga dokter memberikan resep antibiotik begitu saja,” tutur Sri.

Semestinya, kata dia, harus ada uji mikrobiologi terlebih dahulu sebelum meresepkan antibiotika. Hanya saja, tidak setiap fasilitas kesehatan memiliki laboratorium untuk uji ini.

Sebelumnya diberitakan, dalam waktu dekat, Kemenkes akan mengeluarkan pedoman umum penggunaan antibiotika.  Pedoman penggunaan antibiotik di antaranya melakukan pembatasan penggunaan antibiotik pada fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit dan puskesmas.

Pedoman ini akan dikeluarkan pada 7 April 2010  berbarengan dengan peringatan Hari Kesehatan Sedunia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s