From Zero to Hero

Rabu, 20 Januari 2010

From Zero to Hero menjadi exportir Rotan Sukses (Tonton Taufik, Menembus Pasar Global dengan Internet)

Selama ini saya sulit mencari sosok Indonesia yang mempraktikkan Internet Marketing untuk menembus pasar ekspor. Untunglah tim Niriah.com, portal ekonomi dan bisnis syariah yang di luncurkan akhir Agustus 2007 lalu, melaporkan bahwa sosok yang saya cari itu ada. Namanya Ir. Tonton Taufik, MBA. Jebolan sekolah manajemen bisnis ITB tersebut membangun usaha furnitur sejak 1999. Saat itu penjualannya hanya US$ 29.650 (Rp266,85 juta).

Setelah mempraktikkan Internet Marketing, penjualannya naik 50 persen tiap tahunnya. Akhir tahun 2006 perusahaan menyabet angka penjualan S$1,41 juta (Rp12,69 miliar). Jadi, melonjak 49 kali lipat dalam tempo tujuh tahun. Ia pun akhirnya menggondol penghargaan Primaniyarta Award 2007, sebuah penghargaan untuk eksportir, dari pemerintah yang diberikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebagian besar, kalau tidak semua, kisah sukses para wirausahawan selalu dimulai dari kata “coba-coba”. Bedanya, “coba-coba” yang ini dilandasi dengan intuisi yang bagus, kepekaan melihat peluang dan visi ke depan yang jauh. Dan, semua itu ada pada diri Tonton Taufik ketika memutuskan untuk berbisnis lewat internet. Terbilang nekad mengingat ia tak memiliki latar belakang pendidikan formal bidang IT, melainkan Teknik Sipil (Unpar, Bandung). Namun, setidaknya kenekatan itu masih didukung dengan gelar MBA yang diperolehnya dari ITB. Sedangkan inspirasinya datang dari CNN.

“Waktu itu lihat iklan di CNN yang mengatakan 85% buyer datang dari search engine,” kenang Tonton ketika diwawancarai via telepon di sela kesibukannya menjadi pembicara seminar Internet Marketing yang diselenggarakan oleh Hewlett-Packard di Blitz, Grand Indonesia, Jakarta. Memilih wawancara via telepon disebabkan oleh kegiatannya yang mengharuskannya mobile, saya menanyakan beberapa hal yang mungkin akan menginspirasikan kita untuk menciptakan lapangan kerja, ia pun dengan ramah memberikan jawaban dan motivasi.

Dengan modal awal kira-kira Rp 5 juta, di bawah bendera Rattandland Furniture, ia membeli domain, membuat website dan menawarkan produk meubel dari rotan untuk pasar luar negeri. Waktu itu menjelang penghujung 1999 dan, ia memulainya “benar-benar mulai dari nol, sebelumnya saya nganggur dan susah nyari kerja,” ujar pengusaha kelahiran Bandung (14 Agustus 1974) yang kini menetap dan menjalankan bisnisnya di Cirebon itu. Kendati demikian, usaha bisnis rotan bukanlah sesuatu yang sama sekali asing baginya; ia pernah menjadi perantara jasa finishing meubel rotan.

Dari website itulah, Tonton mendapatkan buyer satu demi satu, hingga sekarang telah berjumlah 72 perusahaan dari berbagai negara yang membeli produknya. Meskipun sukses itu tak serta-merta, namun boleh dibilang juga bahwa ia tak banyak mengeluarkan keringat untuk apa yang dicapainya sekarang. Semuanya dikerjakan oleh teknologi. Kuncinya, “Website dibikin dengan benar sedemikian rupa sehingga berada di peringkat atas dalam situs-situs search engine,” ungkap suami dari seorang dokter gigi dan ayah dari dua orang putera masing-masing berusia 4 dan 2,5 tahun itu.

Tonton terus memperbaiki websitenya seiring dengan perkembangan perusahaannya yang sebelumnya berbentuk CV menjadi PT pada 2003 karena domain rattanland juga berubah menjadi ‘dotcom’. Kini Tonton telah memiliki sejumlah website lain untuk mewadahi bisnisnya yang terus tumbuh, diantaranya adalah tradeworld.com, theteak.com dan woodfurniture.net. “Perkembangannya termasuk cepat dan saya tidak membayangkan akan sesukses ini,” tutur dia seraya menyebut bahwa saat ini omset usahanya lebih dari Rp 1 miliar per bulan. Banyak orang mengirim email kepadanya, menanyakan rahasia suksesnya berbisnis lewat internet dan dia pertama kali selalu menekankan untuk membuat website dengan benar agar tertangkap oleh mesin pencari seperti Google.

Saya akan melihatnya di sisi lain
Pertama, produk Indonesia yang layak ekspor sangat banyak. Namun masih banyak yang belum paham betapa hebatnya potensi Internet sebagai media promosi.

Kedua, untuk UKM, (ingat, perusahaan Tonton tujuh tahun lalu masih tergolong UKM), Internet merupakan cara yang relatif amat murah untuk mempromosikan diri di pasar internasional ketimbang ikut pameran. Tonton lebih banyak menerapkan SEO alias search engine optimization untuk menggaet prospek pembeli dari luar negeri.

Ketiga, untuk berhasil melakukan pemasaran produk ekspor di Internet, diperlukan pengelolaan yang serius. Tonton sendiri berkantor di mana saja dengan laptopnya. Ia juga punya tim khusus yang mengelola beberapa situsnya. Ia tidak membiarkan SEO berjalan sendiri. SEO hanya mendatangkan trafik. Selanjutnya trafik mau diapakan, tergantung pada keseriusan manajemennya. Ia pun melengkapi taktik onlinenya dengan membangun e-marketplace di Singapura.

Ia kini menyongsong 2008 dengan mantap. “Saya berharap bisa mengekspor 30 kontainer per bulan tahun depan,” katanya

Saya berharap, makin banyak pengusaha Indonesia yang mampu menggali dolar dan euro tanpa harus mengirim TKW ke negeri seberang, dengan menerapkan Internet Marketing untuk mempromosikan produknya di mancanegara.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s